Wednesday, January 1, 2020

Marsigit Philosophy: Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan evaluasi Pendidikan (Secara Keseluruhan)




Marsigit Philosophy
Review dan Kesan Keseluruhan Perkuliahan 

FILSAFAT PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN



Secara umum banyak hal yang saya peroleh selama mengikuti perkuliahan Filsafat Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A. Secara umum hal yang saya peroleh diantaranya
  1. Pengetahuan yang mendalam terkait filsafat, terutama yang terkait dengan filosofi Pendidikan, mulai dari paradigma, teori yang mendasari, aliran filsafat sampai kepada filusufnya
  2. Menyadarkan saya begitu banyak hal yang tidak saya tahu, sehingga meningkatkan motivasi untuk terus belajar dan berpikir 
  3. Pengetahuan dan pemahaman dalam penyusunan tugas akhir dengan memperhatikan hal-hal penting dalam disertasi. 
  4. Lebih berhati-hati dalam berpikir, berkata dan bertindak. Segala sesuatu harus ada dasar pemikirannya sehingga sesuai dengan ruang dan waktu nya. 
  5. Menambah perspektif dan paradigma dalam berpikir , baik berpikir tentang suatu objek, diri sendiri, maupun orang lain. 
Dalam bagian akhir ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapa, Prof. Dr. Marsigit, M.A, yang telah membimbing, membelajarkan dan menyadarkan kami banyak hal, dan membuka ruang dan waktu yang sebelumnya menjadi kendala bagi kami. Semoga menjadi amal soleh dan keberkahaan bagi kita semua. Aamiin..aamiin

Marsigit Philosophy:Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan evaluasi Pendidikan (Pertemuan 11-14)

Marsigit Philosophy
Review Pertemuan-11 sampai 14 
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Penddidikan


Pada perkuliahan filsafat pertemuan 11 sampai 14 tema perkuliahan difokuskan pada presentasi dan diskusi terkait
  1. Identifikasi persoalan-persoalan filsafat dalam pembelajaran yang relevan denga PEP
  2. Pengajuan lima judul disertasi berdasarkan permasalahan 
  3. Satu judul dari poin 2 dan Rancangan tugas akhir yang meliputi judul, latar belakang, rumusan masalah dan metodologi penelitian
Beberapa yang tampil dalam pertemuan ini diantaranya
  1. Alimul Huda memaparkan tugas tentang pendidikan inklusi di 3 perguruan tinggi
  2. Raiz Ridwan memaparkan topik tentang pengembangan dan penilaian skala vertical dan informatif pada kemampuan matematika 
  3. Wiwin Mistiani memaparkan tentang model pendidikan agama Islam 
  4. Duden Saepuzaman memaprkan topic tentang pengembangan istrumen untuk mengukur kemampuan siswa berbasis CAT 
  5. Muhammad Ikhsan Gozali memaparkan topic tentang membangun praktek baik, sikap, niat kekerasan melalui pendidikan kedamaian dan resolusi konflik 
  6. Tri Effiyanti memaparkan topic tentang peran filsafat ilmu dalam perekonomian yang berkeadilan 
  7. Achmad Rante Suparman memaparkan tentang membangun kemampuan dalam pendidikan kimia: kebahagiaan dan ketidaknyamanan melalui dialog filosofis dalam kimia 
  8. Heriansyah memaparkan topic tentang evaluasi Al Islam keMuhammadiyah-an sebagai pendidikan karakter yang holistic diperguruan tinggi muhammadiyah 
  9. Delyanti memaparkan topik tentang penilaian kompetensi literasi matematika Indonesia berbasis pembentukan karakter bagi siswa terdampak gunung sinabung 
  10. Ikhsanuddin memaparkan topik tentang pengukuran pengetahuan biologi peserta didik kelas 4 sampai 12 berdasarkan standar sains next generation 
  11. Laily Amin Fajariyah memaparkan topic tentang pengembangan model diferented assessment dalam keterampilan berbahasa inggris 
  12. Hibertus Jehata memaparkan topic kelakuaan masyarakat adat manggarai terhadap gender pada mata pelajaran Agama Katolik ditinjau dari konsep keadilan Plato dan Aristoteles 
  13. Wahyu Hartono memaparkan topic tentang model diagnosis untuk optimal feed back
Pada perkuliahan pertemuan ini banyak ilmu yang saya peroleh terutama yang mendukung dalam penyelesaian tugas akhir. Beberapa hal yang ditekankan prof Marsigit pada saat perkuliahan ini sebagai berikut.
  1. Dalam pembuatan disertasi pastikan ada keterbaruan (novelty
  2. Disertasi itu harus berbeda dengan tesis, terutama dalam hal metodologi penelitian
  3. Perhatikan metodologi penelitian yang digunakan baik dari segi kedalaman dan keluasan. 
  4. Apakah karya ilmiah/disertasi kita ilmiah atau tidak? Logis atau tidak? 
  5. Validitas isi harus diguide dengan referensi 
Jujur hal-hal yang disampaikan prof membuat saya lebih berpikir dan tersadar bahwa dalam penyusunan tugas akhir tidak boleh sembarangan atau asal. Artinya tugas akhir yang dibuat harus benar-benar jelas keterbaruannya (novelty), kontribusinya (significancy), metodologinya, ilmiah, dan valid serta merujuk pada referensi yang dapat dipertanggungjawabkan

https://wahyuhartonomarsigit.blogspot.com/

Marsigit Philosophy:Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan evaluasi Pendidikan (Pertemuan 6-10)



Marsigit Philosophy
Review Pertemuan-6 sampai 10
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Tidak lagi seperti pertemuan 2 sampai 5, untuk pertemuan 6 sampai 10 perkuliahan tidak di awali dengan kuis. Tetapi pemaparan dan diskusi terkait yang disampaikan. Secara umum untuk pertemuan 6 sampai 10 berisikan
  1. Lahir dan Perjalanan Filsafat
  2. Politics and Ideology of Education (https://www.academia.edu/17853326/Politics_and_Ideology_of_Education
  3. The ICEBERG Approach of Learning Fractions in Junior High School (https://www.academia.edu/8886434/The_ICEBERG_Approach_of_Learning_Fractions_in_Junior_High_School
  4. Inovasi Pendidikan di tengah tantangan Global ( https://www.academia.edu/33127016/INOVASI_PENDIDIKAN_DITENGAN_TANTANGAN_GLOBAL
  5. Philosofy-Epistemologi-Mathematic Foundation , Kant’s Theory Math Knowledge
Dalam bagian ini saya satukan karena materi yang dipaparkan prof saling berkaitan. Pada pertemuan ini kami diberikan gambaran dan deskripsi terkait lahir dan perjalanan filsafat. Secara umum digambarkan dalam gambar 1


Gambar 1. Paparan terkait lahir dan perjalanan Filsafat

Salah satu hal yang penting dalam lahir dan perjalanan filsafat adalah Bahasa. Maka sangatlah wajar ketika ada ungkapan “ sebenar-benar dirimu adalah bahasamu. Sebenar-benarnya bahasamu adalah tulisanmu. Sebenar-benar tulisanmu adalah kata katamu”. Sebenar benar rumahku adalah bahasa. Sebenar-benar pikiran adalah bahasa. Pikiran itu bersifat ontologis. Ada yang bersifat di dalam pikiran dan diluar pikiran kita. Yang didalam pikiran (monoisme) yaitu urusan kuasa Tuhan bersifat absolut/ideal maka dikenal sebuah aliran filsafat absolutisme atau idealisme dengan tokohnya adalah Plato dengan namanya Platonisme. Yang di luar pikiran (pluralisme) yaitu urusan dunia dengan tokoh bernama Aristoteles. Jika pada urusan dunia itu bersifat materialisme, sedangkan jika urusan dengan Tuhan berarti spiritualisme. Plato mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Menurut Plato, filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada. Menurut dia, Objek filsafat yang ada dan mungkin ada itu bersifat tetap, misal pikiran. Plato lebih menekankan pada sifat idealisme. Sedangkan Aristoteles memahami filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada. 

Adanya perbedaan dua tokoh filsafat ini menarik perhatian Immanuel Kant untuk mendamaikan Plato dan Aristoteles. Immanuel Kant mencoba mendamaikan perdebatan yang terjadi antara empirisme dan rasionalisme. Maka inilah sebenar-benar ilmu menurut Immanuel Kant, yaitu yang bersifat sintetik a priori. A priori dipikirkan dan sintetik dicoba. Maka lahirlah metode Saintifik. Maka berfilsafat adalah pikirkan pengalamanmu dan terapkan pikiranmu. Kemudian, muncullah problema filsafat, yaitu apabila sesuatu didalam pikiran bagaimana menjelaskan kepada orang lain dan apabila diluar bagaimana cara memahaminya. Ternyata Socrates dapat membuktikannya, dimana Socrates berusaha memahami semua yang ada dan mungkin ada tak satupun yang ia ketahui. Maka Socrates mengatakan sebenar-benar diriku adalah tidak mengetahui apapun. Filsafat itu berarti harus diyakini, dijalankan, dan di alami. Filsafat itu bagaiamana menjelaskan yang ada di dalam pikiran kita kepada orang lain. Yang kedua bagaimana memahami apa yang ada diluar pikiran kita. Seperti yang diutarakan Socrates sebenar-benarnya diriku itu tidak mengetahui apapun. Maksud dari tidak mengetahui apapun ini kita harus selalu mencari tahu dengan berpikir dan selalu mencari ilmu pengetahuan. Perjalanan filsafat berlanjut dengan munculnya revolusi Copernicus dengan teorinya bernama Heliosentris yang membantah teori geosentris yang telah ada. Copernicus mengemukakan bahwa matahari adalah pusat edar tata surya dan perputaran harian langit akibat perputaran bumi pada sumbu putarannya. Copernicus menyelidiki dan membantah adanya suatu teorema dari gereja serta adanya saintifik yang dipakai dalam gereja. Dari keadaan ini maka munculah antara rasionalis dan emperis tersebut. Kemudian munculah orang baru yaitu Auguste Comte yang menganggap bahwa pendapat-pendapat mereka tidak ada artinya di dalam membangun dunia. Menurut Comte, membangun dunia berlandaskan pada agama itu tidak logis atau irrasional. Membangun dunia harus dengan rasional yaitu dengan saintifik. Urutan yang pertama itu yaitu santifik kemudian filsafat kemudian baru agama. Urusan agama menurut comte adalah urusan yang paling bawah dan terakhir. Contoh fenomena Comte adalah memilih dunia daripada akhirat atau menyingkirkan agama seperti melupakan ibadah. Pada zaman sekarang ini (zaman power now) atau kekinian (kontemporer) banyak manusia mulai menyingkirkan agama. Contohnya saja, dengan perkembangan teknologi sekarang ini, banyak orang yang keasyikan dengan permainan atau aplikasi di dalam handphone sehingga lupa untuk beribadah. Itulah yang disebut dengan fenomena comte. Selain penjelasan diatas , dalam pertemuan ini disampaikan pula hirarki manusia, mulai dari Archaic, Tribal, Tradisional, Feudal, Modern dan Post Modern.
Dari perkuliahan pertemuan 6 sampai 10, banyak sekali ilmu yang saya peroleh selama mengikuti perkuliahan. Beberapa hal yang saya rasakan setelah perkuliahan
  1. Banyak hal yang tidak saya pikirkan dan atau pemikiran saya yang salah, menjadi ilmu baru. Terutama untuk hak yang terkait filsafat Pendidikan. Kadang saya menganggap pembelajaran merupakan hal yang biasa mengalir apa adanya, tanpa mempertimbangkan aspek lain yang sangat mempengaruhinya, misalnya aspek filosofi yang merujuk pada aliran filsafat serta filusufnya, misalnya saja seperti Kant’s theory.
  2. Saya semakin meyadari bahwa ilmu saya yang sekarang tidak ada apa-apanya. Dengan mengikuti perkuliahan ini, ternyata masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui. Maka tidak sepantasnya kita sebagai manusia menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki. Menyombongkan diri merupakan contoh dari perilaku yang menunjukan bahwa orang tersebut belum ikhlas ketika ia mencari ilmu maupun ketika mendapatkan ilmunya. Yang ia inginkan hanyalah sebatas pujian dari sesamanya atas apa yang ia raih, namun hal inilah yang justru akan membuatnya semakin dipandang rendah dan Allah SWT pun tidak menyukainya. Saya juga menyadari bahwa semakin kita belajar semakin banyaklah yang kita tidak ketahui.
  3. Objek filsafat itu yang ada dan yang mungkin ada. Dimana kita harus mengubah sesuatu yang mungkin ada itu menjadi ada di pikiran kita. Dan itu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Perlu usaha keras dan dengan niat yang ikhlas untuk menjadikan sesuatu yang mungkin ada itu menjadi ada. 
  4. Pada pertemuan ini ada beberapa ungkapan yang sering ditekankan prof dalam penjelasananya. Ungkapan tersebut sebagai berikut , " untuk menjalani hidup ini, sebaiknya jalani apa yang engkau pikirkan dan pikirkanlah yang engkau jalani dan dikerangkai dengan doa ", "Sebaik-baiknya filsafat adalah penjelasan " , "Sebaik-baiknya belajar filsafat adalah belajar sampai pada filusufnya ", "Manusia itu sempurna dalam ketidaksempuranaan ". 
  5. Hal yang bisa saya ambil dari materi ini adalah manusia harus selalu belajar dan berpikir. Selama berpikir dan belajar pasti akan banyak menemukan kesulitan. Kesulitan dalam tinjauan filsafat dipandangan sebagai kendala seseorang dalam menembus ruang dan waktu. Filsafat itu merupakan cara kita dalam berpikir yang bersifat menyeluruh. Di dunia ini banyak tata cara bagaimana melakukan suatu hal. Seperti saat mempelajari filsafat ini, terdapat tata cara dalam mempelajari filsafat yaitu dengan menanamkan keikhlasan dan niat dalam mempelajarinya, serta dengan informasitentang filsafat yang kuat

Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan evaluasi Pendidikan (Pertemuan 1-5)

Marsigit Philosophy
Review Pertemuan- 1
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Perkuliahan pertama mata kuliah Filsafat Penelitian dan evaluasi Penddidikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 jam 11.10 sampai 12.50 bertempat di Gedung baru lantai 4 Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk membentuk setengah lingakaran atau bentuk U. Pa Marsigit memulai perkuliahan dengan memperkenalkan diri beliau kemudian kami diminta memperkenalkan diri masing-masing, mulai dari nama, asal daerah, dan asal perrguruan tinggi S-2 nya. Kemudian meminta ketua kelas untuk membuat grup WA yang beranggotakan pa marsigit dan semua mahasiswa S-3 PEP 2019 dengan nama grup “ “ KMIS FIL S3 R4.1 P 11.10 “. Setelah itu beliau menyampaikan beberapa hal berikut.
  1. Gambaran umum bahwa problem dalam filsafat meliputi penjelasan apa yang ada dalam pikiran dan apa yang ada di luar pikiran
  2. Definisi benar menurut filsafat harus koherensi dan korespondensi. Koherensi berarti kebenaran yang didasarkan kepada kriteria tertentu. Sedangkan korespondensi berarti kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri, misalnya terkait sesuatu yang dilihat yang didengar.
  3. Mahasiswa harus banyak membaca agar pengetahuan dan sikapnya berkembang. Pa Marsigit memberikan beberapa alamat yang harus dikunjungi untuk menambah wawasan keilmuan kita khususnya dalam hal filsafat. Web yang bisa dikunjungi ; - https://powermathematics.blogspot.com/?m=1 , https://uny.academia.edu/MarsigitHrd , - https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10217772323971729&id=159034759
  4. Mahasiswa diminta untuk memberikan komen pada tulisan yang ada dalam https://powermathematics.blogspot.com/?m=1 dan sebagai bagian dari penilaian mata kuliah Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Review Pertemuan- 2 
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Perkuliahan kedua mata kuliah Filsafat Penelitian dan evaluasi Penddidikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 September 2019 jam 11.10 sampai 12.50 bertempat di Gedung baru lantai 4 Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Seperti pertemua pertama, Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk membentuk setengah lingakaran atau bentuk U. Kemudian bapak meminta kita mengeluarkan kertas, dan menulis filsafatnya dari setiap kata yang disampaikan beliau yang berjumlah 50 soal. Setelah selesai, lembar jawaban kami di putar atau bergeser lima kali ke kanan, kemudian dikoreksi. Dan hampir semua diantara kami memperoleh nilai nol. Secara umum soal dan jawaban dari kuis – 1 yang dikehendaki beliau disajikan dalam tabel berikut.

No.
Soal
Jawab Benar
No.
Soal
Jawab Benar
1
Di sebalik
Metafisik
26
Awal
Fundamen
2
Tersembunyi
Kanopi
27
Akhir
Awal
3
Sehat
Harmoni
28
Sulit
Beda
4
Lupa
Tidak konsisten
29
Melihat
Jatuh pada
5
Salah
Walibis
30
Milik
Kuasa
6
Betul
Sesuai
31
Lingkaran
Siklis
7
Hakikat
Ontology
32
Lurus
Linier
8
Sudah terjadi
Takdir
33
Bercampur
Chemistry
9
Belum terjadi
Ihtiar
34
Benda
Material
10
Terpilih
Takdir
35
Peraturan
Formal
11
Memilih
Ihtiar
36
Pertanyaan
Il,u
12
Nama
Wakil
37
Jawaban
Antithesis
13
Menerka
Teleologi
38
Mungkin
Belum
14
Bertengkar
Sintetis
39
Ada
Persepsi
15
Lawan
Antithesis
40
Wadah
Isi
16
Terkilir
Anomaly
41
Isi
Wadah
17
Ruang
Waktu
42
Gunung
Ilmu
18
Waktu
Ruang
43
Langit
Ideal
19
Mengurangi
Reduksi
44
Bumi
Realita
20
Menambah
Melengkapi
45
Laut
Kontemporer
21
Ingat
Intuisi
46
Sungai
Aliran
22
Dalam
Intensi
47
Lahir
Otonom
23
Luar
Ekstensi
48
Mati
Selesai
24
Akar
Radik
49
Cocok
Korespondensi
25
Cinta
Romantisisme
50
Logis
Koheren

Saya menyadari bahwa kemampuan berfilsafat saya masih sangat kurang. Namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk belajar filsafat. Namun ternyata inilah yang diharapkan oleh Prof. Marsigit. Menurut beliau dengan nilai nol yang didapatkan ini, diharapkan mahasiswa tidak lagi berlaku sombong dengan apa yang dimilikinya, karena dengan apa yang mereka peroleh dalam tes jawab singkat ini menunjukkan bahwa sebenarnya mereka masih dalam keadaan kosong. Untuk itu hendaklah mahasiswa melakukan koreksi terhadap diri masing - masing agar menjadi lebih baik kedepannya.
Bapak Marsigit menjelaskan objek dari filsafat yaitu segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Jika harus menyebutkan, bermilyar pangkat bermilyar maka kamu tidak akan mampu untuk menyebutkannya. Bapak menyampaiakan lagi kepada kami untuk rajin membaca salah satunya melalui tulisan beliau yang ada dalam blog https://powermathematics.blogspot.com/. Setelah itu prof marsigit menyampaikan beberapa hal lain yang terkait pertanyaan dalam kuis sebagai berikut
  1. Filsafat berbicara terkait ruang dan waktu, maka berfilsafat itu harus melihat dan memahami ruang dan waktu
  2. Ragu-ragu cenderung pada hal yang kontradiktif, dan ragu-ragu ada tingkatannya yaitu awam, ilmu bidang, dan ilmuwan 
  3. Ragu-ragu bias dipandang positif dalam rangka mencari kepastian. Aliran filsafat yang mempengaruhi adalah Rene Descrates. 
  4. Dimensi Filsafat meliputi tahapan , material, formal, normatif dan spiritual 
  5. Dalam melakukan sesuatu kita harus ikhlas. Ikhlas dalam piker Namanya mengerti, sedangkan ikhlas dalam hati maknanya common-sense.

Review Pertemuan- 3
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan


Perkuliahan ketiga mata kuliah Filsafat Penelitian dan evaluasi Penddidikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 September 2019 jam 11.10 sampai 12.50 bertempat di Gedung baru lantai 4 Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Seperti pertemuan kedua, Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk membentuk setengah lingakaran atau bentuk U. Kemudian bapak meminta kita mengeluarkan kertas, dan menulis filsafatnya dari setiap kata yang disampaikan beliau yang berjumlah 50 soal. Setelah selesai, lembar jawaban kami di putar atau bergeser lima kali ke kanan, kemudian dikoreksi. Dan seperti sebelumnya hampir semua diantara kami memperoleh nilai nol. Dan nilai ini diinputkan ke grup WA. Secara umum soal dan jawaban dari kuis – 1 yang dikehendaki beliau disajikan dalam tabel berikut.

No.
Soal
Jawab Benar
No.
Soal
Jawab Benar
1
Ada apa
Potensi apa
26
Kenapa sok main kuasa
Determinisme
2
Ada mengapa
Potensi mengapa
27
Kenapa banyak bicara
Nominalisme
3
Apa ada
Potensi
28
Kenapa berjanji
Fondasionalisme
4
Apa mengapa
Awal dari ilmu
29
Kenapa mulai
Fondasionalisme
5
Apa anda
Potensi saya
30
Kenapa tidak mulai
Antifondasionalisme
6
Anda apa
Potensi saya
31
Kenapa main coba
Empirisisme
7
Anda siapa
Potensi saya
32
Kenapa menebak
Teleologi
8
Anda dari mana
Dari ruang tadi
33
Kenapa mesti selalu dipikirkan
Rasionalisme
9
Anda mau ke mana
Ke ruang nanti
34
Kenapa melamun
Fiksionalisme
10
Anda ada di mana
Di ruang sekarang
35
Kenapa sedih
Romantisisme
11
Apa mengada
Potensi mengada
36
Kenapa pelit
Kapitalisme
12
Mengada apa
Potensi
37
Kenapa di luar pikiran
Transenden
13
Apa pengada
Potensi mengada
38
Kenapa tidak selesai-selesai
Infinite regress
14
Pengada apa
Potensi
39
Kenapa naik
Intuisi relatif
15
Kenapa anda datang
Karena terpilih
40
Kenapa sembunyi
Metafisik
16
Kenapa anda datang
Karena memilih
41
Siapa di depan anda
Pilihan
17
Kenapa anda pergi
Karena terpilih
42
Siapa di kanan anda
Intuisi
18
Kenapa anda pergi
Karena memilih
43
Siapa di kiri anda
Pilihan
19
Kenapa anda abai
Karena epoche
44
Siapa di bawah anda
Realitas
20
Kenapa anda marah
Determinisme
45
Siapa di atas anda
Ideaita
21
Kenapa anda konsisten
Koheren
46
Siapa tetangga anda
Isomorfisme
22
Kenapa anda tidak cocok
Korespondensi
47
Siapa saudara anda
Chemistry
23
Kenapa setelah kejadian
Aposteriori
48
Siapa orang tua anda
Antiderivative
24
Kenapa sebelum kejadian
Apriori
49
Kenapa tidur
Belum tentu tidak berpikir
25
Kenapa ragu-ragu
Skeptis
50
Kenapa pecah
Belum tentu karena pecah

Di bagian akhir setelah proses koreksi Prof Marsigit mempersilahkan mahasiswa untuk menuliskan satu pertanyaan. Kemuadian dikumpulkan dan beberap pertanyaan dibahas. Secara umum penguatan yang diberikan beliau pada kegiatan akhir ini meliputi beberapa hal berikut.
  1. Rumah kita adalah Bahasa
  2. Dalam filsafat dikenal ada istilah “ infinite regress” yang artinya merupakan lapisan-lapisan metafisik
  3. Kita belajar filsafat harus sampai kepada para filsufnya. 

Review Pertemuan- 4 
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Perkuliahan keempat mata kuliah Filsafat Penelitian dan evaluasi Penddidikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 jam 11.10 sampai 12.50 bertempat di Gedung baru lantai 4 Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Seperti pertemuan sebelumnya, Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk membentuk setengah lingakaran atau bentuk U. Kemudian bapak meminta kita mengeluarkan kertas, dan menulis filsafatnya dari setiap kata yang disampaikan beliau yang berjumlah 50 soal. Setelah selesai, lembar jawaban kami di putar atau bergeser lima kali ke kanan, kemudian dikoreksi. Dan seperti sebelumnya hampir semua diantara kami memperoleh nilai nol. Dan nilai ini diinputkan ke grup WA. Secara umum soal dan jawaban dari kuis – 3 yang dikehendaki beliau disajikan dalam tabel berikut.
  

No.
Soal
Jawab Benar
No.
Soal
Jawab Benar
1
Apa materinya ada?
Potensi materi wadah dan isi
26
Apa maternya isi?
Potensi wadah materi
2
Apa materinya yang mungkin ada?
Potensi mungkin
27
Apa formalnya wadah?
Potensi isi formal
3
Apa materinya materi?
Potensi materi
28
Apa formalnya isi?
Potensi wadah formal
4
Apa formalnya ada?
Potensi fondasionalisme
29
Apa normatifnya wadah?
Potensi isi normative
5
Apa formalnya yang mungkin ada?
Potensi fondasionalisme
30
Apa normatifnya isi?
Potensi wadah normative
6
Apa normatifnya ada?
Potensi fondasionalisme ontology
31
Apa spiritualnya wadah?
Potensi isi spiritual
7
Apa srpiritualnya ada?
Potensi transenden ciptaan Tuhan
32
Apa spiritualnya isi?
Potensi wadah spiritual
8
Apa metafisiknya ada?
Potensi di sebalik yang ada
33
Apa materinya takdir?
Potensi pilihan material
9
Apa metafisiknya yang mungkin ada?
Potensi di sebalik
34
Apa formalnya takdir?
Potensi pilihan formal
10
Apa metaisiknya formal?
Potensi di sebalik koheren
35
Apa normatifnya takdir?
Potensi pilihan normative
11
Apa metafisiknya normative?
Potensi di sebalik
36
Apa spiritualnya takdir?
Potensi pilihan spiritual
12
Apa metafisiknya spiritual?
Potensi di sebalik transenden
37
Apa materinya ihtiar?
Potensi takdir material
13
Apa spiritualnya metafisik?
Potensi transenden di sebalik
38
Apa formalnya ihtiar?
Potensi takdir formal
14
Apa spiritualnya normative?
Potensi normatisisme
39
Apa normatifnya ihtiar?
Potensi takdir normative
15
Apa spiritualnya formal?
Potensi fondasionalisme
40
Apa spiritualnya ihtiar?
Potensi takdir spiritual
16
Apa spiritualnya materi?
Potensi ada
41
Apa materinya ideal?
Potensi di atas materi
17
Apa materinya mengada?
Mengada
42
Apa formalnya ideal?
Potensi di atas formal
18
Apa formalnya mengada?
Potensi mengada formalitas
43
Apa normatifnya ideal?
Potensi di atas koheren
19
Apa normatifnya mengada?
Potensi mengada normative
44
Apa spiritualnya ihtiar?
Potensi di atas spiritual
20
Apa spiritualnya mengada?
Potensi mengada spiritual
45
Apa materialnya apriori?
Potensi sebelum materi
21
Apa materinya pengada?
Potensi pengada material
46
Apa formalnya apriori?
Potensi sebelum formal
22
Apa formalnya pengada?
Potensi pengada formal
47
Apa normatifnya apriori?
Potensi sebelum normative
23
Apa normatifnya pengada?
Potensi pengada normative
48
Apa spirituanya apriori?
Potensi sebelum spiritual
24
Apa spiritualnya pengada?
Potensi pengada spiritual
49
Apa materialnya aposteriori?
Potensi sesudah materi
25
Apa materinya wadah?
Potensi isi materi
50
Apa formalnya aposteriori?
Potensi sesudah formal

Di bagian akhir setelah proses koreksi Prof Marsigit mempersilahkan mahasiswa untuk menuliskan satu pertanyaan. Kemuadian dikumpulkan dan beberapa pertanyaan dibahas. Secara umum penguatan yang diberikan beliau pada kegiatan akhir ini meliputi beberapa hal berikut.
  1. Dimensi Filsafat meliputi tahapan , material, formal, normatif dan spiritual. Material terkait dengan objek (baik fisik maupun metafisik), formal berarti terkait aturan, normatif terkait ilmu, sedangkan spiritual terkait keyakinan
  2. Apa yang saya katakana, kata-kata tidak mampu mengejar pikiran, pikiran tidak mampu mengejar relung hatimu
Review Pertemuan- 5 
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Perkuliahan kelima mata kuliah Filsafat Penelitian dan evaluasi Penddidikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 jam 11.10 sampai 12.50 bertempat di Gedung baru lantai 4 Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Seperti pertemuan sebelumnya, Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk membentuk setengah lingakaran atau bentuk U. Kemudian bapak meminta kita mengeluarkan kertas, dan menulis filsafatnya dari setiap kata yang disampaikan beliau yang berjumlah 50 soal. Setelah selesai, lembar jawaban kami di putar atau bergeser lima kali ke kanan, kemudian dikoreksi. Dan seperti sebelumnya hampir semua diantara kami memperoleh nilai nol. Dan nilai ini diinputkan ke grup WA. Secara umum soal dan jawaban dari kuis – 4 yang dikehendaki beliau disajikan dalam tabel berikut.
No.
Soal
Jawab Benar
No.
Soal
Jawab Benar
1
Filsafat batu
Materialisme
26
Mengapa binatang bertengkar?
Subjek (hukum alam)
2
Filsafat tumbuhan
Naturalisme
27
Mengapa dewasa bertengkar?
Benturan antardunia
3
Filsafat binatang
Naturalisme
28
Mengapa dewa bertengkar?
Nasib dunia
4
Filsafat pikiran
Epistemologi
29
Hidupnya batu
Fatal dan vital
5
Filsfat aturan
Formalisme
30
Hidupnya tumbuhan
Fatal dan vital
6
Filsafat Tuhan
Teologi
31
Hidupnya binatang
Fatal dan vital
7
Filsafat cinta
Romantisisme
32
Hidupnya manusia
Fatal dan vital
8
Filsafat matematika
Koherensianisme
33
Hidupnya dewa
Kesadaran manusia
9
Mengapa batu menangis?
Tidak sesuai hukum alam
34
Matinya batu
Tak sesuai hukum alam
10
Mengapa tumbuhan menangis?
Tidak sesuai hukum alam
35
Matiya tumbuhan
Tiadanya vital
11
Mengapa binatang menangis?
Insting
36
Matinya binatang
Tiadanya vital
12
Mengapa anak kecil menangis?
Tidak sesuai permintaan
37
Matinya manusia
Tiadanya vital
13
Mengapa dewasa menangis?
Tidak sesuai dunianya
38
Matiya dewa
Tergantung kesadaran manusia
14
Mengapa hukum menangis?
Tidak sesuai realita
39
Matinya hukum
Di luar ruang dan waktu
15
Mengapa ilmu menangis?
Tidak sesuai bayangan
40
Matinya ilmu
Di luar ruang dan waktu
16
Mengapa ilmu bisa sesat?
Motif para dewa
41
Filsafat dewa
Transenden
17
Mengapa  batu bercinta?
Subjeknya
42
Materinya data
Benda
18
Mengapa tumbuhan bercinta?
Hukum alam
43
Formalnya data
Objek
19
Mengapa binatang bercinta?
Hukum alam
44
Normatifnya data
Data
20
Mengapa dewasa bercinta?
Jiwa
45
Spiritualnya data
Ciptaan Tuhan
21
Mengapa anak kecil bercinta?
Potensi
46
Psikologinya data
Subjek
22
Mengapa dewa bercinta?
Awal dari dunia
47
Kapitalismenya data
Modal
23
Mengapa batu bertengkar?
Subjek (hukum alam)
48
Idealismenya data
Konsep
24
Mengapa tumbuhan bertengkar?
Anomali (hukum alam)
49
Idealnya sampel
Populasi
25
Mengapa anak kecil bertengkar?
Ego
50
Politik sampel
DPR

Di bagian akhir setelah proses koreksi Prof Marsigit mempersilahkan mahasiswa untuk menuliskan satu pertanyaan. Kemuadian dikumpulkan dan beberapa pertanyaan dibahas.

Marsigit Philosophy: Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan evaluasi Pendidikan (Secara Keseluruhan)

Marsigit Philosophy Review dan Kesan Keseluruhan Perkuliahan  FILSAFAT PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN Secara umum ba...