Marsigit Philosophy
Review Pertemuan-6 sampai 10
Review Pertemuan-6 sampai 10
Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Tidak lagi seperti pertemuan 2 sampai 5, untuk pertemuan 6 sampai 10 perkuliahan tidak di awali dengan kuis. Tetapi pemaparan dan diskusi terkait yang disampaikan. Secara umum untuk pertemuan 6 sampai 10 berisikan
- Lahir dan Perjalanan Filsafat
- Politics and Ideology of Education (https://www.academia.edu/17853326/Politics_and_Ideology_of_Education)
- The ICEBERG Approach of Learning Fractions in Junior High School (https://www.academia.edu/8886434/The_ICEBERG_Approach_of_Learning_Fractions_in_Junior_High_School)
- Inovasi Pendidikan di tengah tantangan Global ( https://www.academia.edu/33127016/INOVASI_PENDIDIKAN_DITENGAN_TANTANGAN_GLOBAL)
- Philosofy-Epistemologi-Mathematic Foundation , Kant’s Theory Math Knowledge
Dalam bagian ini saya satukan karena materi yang dipaparkan prof saling berkaitan. Pada pertemuan ini kami diberikan gambaran dan deskripsi terkait lahir dan perjalanan filsafat. Secara umum digambarkan dalam gambar 1
Gambar 1. Paparan terkait lahir dan perjalanan Filsafat
Salah satu hal yang penting dalam lahir dan perjalanan filsafat adalah Bahasa. Maka sangatlah wajar ketika ada ungkapan “ sebenar-benar dirimu adalah bahasamu. Sebenar-benarnya bahasamu adalah tulisanmu. Sebenar-benar tulisanmu adalah kata katamu”. Sebenar benar rumahku adalah bahasa. Sebenar-benar pikiran adalah bahasa. Pikiran itu bersifat ontologis. Ada yang bersifat di dalam pikiran dan diluar pikiran kita. Yang didalam pikiran (monoisme) yaitu urusan kuasa Tuhan bersifat absolut/ideal maka dikenal sebuah aliran filsafat absolutisme atau idealisme dengan tokohnya adalah Plato dengan namanya Platonisme. Yang di luar pikiran (pluralisme) yaitu urusan dunia dengan tokoh bernama Aristoteles. Jika pada urusan dunia itu bersifat materialisme, sedangkan jika urusan dengan Tuhan berarti spiritualisme. Plato mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Menurut Plato, filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada. Menurut dia, Objek filsafat yang ada dan mungkin ada itu bersifat tetap, misal pikiran. Plato lebih menekankan pada sifat idealisme. Sedangkan Aristoteles memahami filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada.
Adanya perbedaan dua tokoh filsafat ini menarik perhatian Immanuel Kant untuk mendamaikan Plato dan Aristoteles. Immanuel Kant mencoba mendamaikan perdebatan yang terjadi antara empirisme dan rasionalisme. Maka inilah sebenar-benar ilmu menurut Immanuel Kant, yaitu yang bersifat sintetik a priori. A priori dipikirkan dan sintetik dicoba. Maka lahirlah metode Saintifik. Maka berfilsafat adalah pikirkan pengalamanmu dan terapkan pikiranmu. Kemudian, muncullah problema filsafat, yaitu apabila sesuatu didalam pikiran bagaimana menjelaskan kepada orang lain dan apabila diluar bagaimana cara memahaminya. Ternyata Socrates dapat membuktikannya, dimana Socrates berusaha memahami semua yang ada dan mungkin ada tak satupun yang ia ketahui. Maka Socrates mengatakan sebenar-benar diriku adalah tidak mengetahui apapun. Filsafat itu berarti harus diyakini, dijalankan, dan di alami. Filsafat itu bagaiamana menjelaskan yang ada di dalam pikiran kita kepada orang lain. Yang kedua bagaimana memahami apa yang ada diluar pikiran kita. Seperti yang diutarakan Socrates sebenar-benarnya diriku itu tidak mengetahui apapun. Maksud dari tidak mengetahui apapun ini kita harus selalu mencari tahu dengan berpikir dan selalu mencari ilmu pengetahuan. Perjalanan filsafat berlanjut dengan munculnya revolusi Copernicus dengan teorinya bernama Heliosentris yang membantah teori geosentris yang telah ada. Copernicus mengemukakan bahwa matahari adalah pusat edar tata surya dan perputaran harian langit akibat perputaran bumi pada sumbu putarannya. Copernicus menyelidiki dan membantah adanya suatu teorema dari gereja serta adanya saintifik yang dipakai dalam gereja. Dari keadaan ini maka munculah antara rasionalis dan emperis tersebut. Kemudian munculah orang baru yaitu Auguste Comte yang menganggap bahwa pendapat-pendapat mereka tidak ada artinya di dalam membangun dunia. Menurut Comte, membangun dunia berlandaskan pada agama itu tidak logis atau irrasional. Membangun dunia harus dengan rasional yaitu dengan saintifik. Urutan yang pertama itu yaitu santifik kemudian filsafat kemudian baru agama. Urusan agama menurut comte adalah urusan yang paling bawah dan terakhir. Contoh fenomena Comte adalah memilih dunia daripada akhirat atau menyingkirkan agama seperti melupakan ibadah. Pada zaman sekarang ini (zaman power now) atau kekinian (kontemporer) banyak manusia mulai menyingkirkan agama. Contohnya saja, dengan perkembangan teknologi sekarang ini, banyak orang yang keasyikan dengan permainan atau aplikasi di dalam handphone sehingga lupa untuk beribadah. Itulah yang disebut dengan fenomena comte. Selain penjelasan diatas , dalam pertemuan ini disampaikan pula hirarki manusia, mulai dari Archaic, Tribal, Tradisional, Feudal, Modern dan Post Modern.
Dari perkuliahan pertemuan 6 sampai 10, banyak sekali ilmu yang saya peroleh selama mengikuti perkuliahan. Beberapa hal yang saya rasakan setelah perkuliahan
- Banyak hal yang tidak saya pikirkan dan atau pemikiran saya yang salah, menjadi ilmu baru. Terutama untuk hak yang terkait filsafat Pendidikan. Kadang saya menganggap pembelajaran merupakan hal yang biasa mengalir apa adanya, tanpa mempertimbangkan aspek lain yang sangat mempengaruhinya, misalnya aspek filosofi yang merujuk pada aliran filsafat serta filusufnya, misalnya saja seperti Kant’s theory.
- Saya semakin meyadari bahwa ilmu saya yang sekarang tidak ada apa-apanya. Dengan mengikuti perkuliahan ini, ternyata masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui. Maka tidak sepantasnya kita sebagai manusia menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki. Menyombongkan diri merupakan contoh dari perilaku yang menunjukan bahwa orang tersebut belum ikhlas ketika ia mencari ilmu maupun ketika mendapatkan ilmunya. Yang ia inginkan hanyalah sebatas pujian dari sesamanya atas apa yang ia raih, namun hal inilah yang justru akan membuatnya semakin dipandang rendah dan Allah SWT pun tidak menyukainya. Saya juga menyadari bahwa semakin kita belajar semakin banyaklah yang kita tidak ketahui.
- Objek filsafat itu yang ada dan yang mungkin ada. Dimana kita harus mengubah sesuatu yang mungkin ada itu menjadi ada di pikiran kita. Dan itu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Perlu usaha keras dan dengan niat yang ikhlas untuk menjadikan sesuatu yang mungkin ada itu menjadi ada.
- Pada pertemuan ini ada beberapa ungkapan yang sering ditekankan prof dalam penjelasananya. Ungkapan tersebut sebagai berikut , " untuk menjalani hidup ini, sebaiknya jalani apa yang engkau pikirkan dan pikirkanlah yang engkau jalani dan dikerangkai dengan doa ", "Sebaik-baiknya filsafat adalah penjelasan " , "Sebaik-baiknya belajar filsafat adalah belajar sampai pada filusufnya ", "Manusia itu sempurna dalam ketidaksempuranaan ".
- Hal yang bisa saya ambil dari materi ini adalah manusia harus selalu belajar dan berpikir. Selama berpikir dan belajar pasti akan banyak menemukan kesulitan. Kesulitan dalam tinjauan filsafat dipandangan sebagai kendala seseorang dalam menembus ruang dan waktu. Filsafat itu merupakan cara kita dalam berpikir yang bersifat menyeluruh. Di dunia ini banyak tata cara bagaimana melakukan suatu hal. Seperti saat mempelajari filsafat ini, terdapat tata cara dalam mempelajari filsafat yaitu dengan menanamkan keikhlasan dan niat dalam mempelajarinya, serta dengan informasitentang filsafat yang kuat

Terima kasih Kang atas catatan lengkap kuliah filsafatnya. Semoga
ReplyDeleteReview yang sangat padat dan fruiful. Thanks Kang Duden.
ReplyDeleteFilsafat dalam pikiran dan kenyataan lwt rangkuman pak duden
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteManusia itu beda dengan makhluk Allah lainnya y disitu... Berfikir... Nah jd harus berfikir itu biar beda dgn yg lain.. Manusia dlm hal ini cuma gak mau repot... Jd ingat.. Jika manusia tdk mau penat berfikir dlm menuntut ilmu maka ia akan dimakan waktu... Eh bener g ya.. Heheh..
ReplyDeleteLuar biasa, lengkap banget catatannya kang..
ReplyDeleteSaya juga merasa melalui perkuliahan ini, saya merasa bahwa saya tidak ada apa-apanya.. Semakin kita banyak tahu, semakin banyak pula yang tidak kita ketahui..
Makasi untuk reviewnya kang. Jadi ada dokumentasi di dunia maya. :)
Makasi juga khususnya untuk Dewanya filsafat PEP, Prof. Marsigit, semoga sehat selalu..
Mantap lengkap sekali catatannya pak..Bahasa adalah dunia dan filsafat itu adalah bahasa
ReplyDelete